5 Cara Melakukan Optimasi SEO Untuk Konten Gambar Di Situs Anda

5 Cara Melakukan Optimasi SEO Untuk Konten Gambar Di Situs Anda - Ketika menggarap SEO kebanyakan orang akan fokus pada konten berupa tulisan yang dioptimasi dengan berbagai macam riset kata kunci, uji coba publikasi konten ke berbagai macam platform untuk mendapatkan data mengenai engagement audiens yang paling tinggi, berusaha untuk mendapatkan backlinks dari situs lain, dan sebagainya. Semua demi mendapatkan traffic yang lebih banyak dan konversi yang lebih tinggi. Tapi selain konten tulisan ada konten lainnya yang penting juga untuk dioptimasi salah satunya adalah konten gambar.



Memberikan gambar visual ke sela-sela artikel akan meningkatkan tingkat readability konten tulisan Anda. Meski porsinya lebih kecil dibandingkan dengan konten tulisan, konten gambar yang tidak dioptimasi akan membuat halaman Anda lebih lama dibuka yang bisa meningkatkan bounce rate dan membuat segala usaha SEO Anda jadi kurang maksimal. Bagaimana caranya agar konten gambar bisa teroptimasi juga?

1. Kecilkan ukuran gambar dengan compressor

Gambar yang ukurannya tidak dioptimasi seringkali memengaruhi kecepatan halaman tersebut dibuka. Padahal, kecepatan halaman adalah faktor yang sangat penting bagi Google untuk menentukan apakah halaman situs Anda layak atau tidak untuk memiliki peringkat yang tinggi, hal ini karena berkaitan dengan user experience yang mengharapkan sebuah halaman situs seharusnya bisa terbuka penuh hanya dalam waktu tidak lebih dari 5 detik. Anda bisa menggunakan PageSpeed Insights untuk melihat elemen mana yang membuat situs Anda berjalan lebih lambat, serta gambar mana yang menjadi beban. Banyak compressor yang bisa digunakan untuk mengecilkan ukuran gambar tanpa mengurangi kualitasnya, misalnya TinyPNG.

2. Mengunggah gambar dengan format yang lebih baru

JPG dan PNG adalah dua format gambar yang paling umum diunggah untuk mendukung sebuah konten di blog atau situs. Tapi pernahkah Anda mendengar mengenai JPEG 2000, JPG XR, dan WebP? Contoh format tersebut adalah format gambar generasi selanjutnya yang bisa membuat akses halaman situs Anda jadi lebih cepat dan menggunakan data yang lebih sedikit sehingga pengunjung bisa bebas mengeksplor situs Anda tanpa khawatir boros data. Mengubah format gambar menggunakan format-format yang baru bisa menggunakan converter yang tersedia banyak di internet.

3. Menyesuaikan ukuran sesuai dengan kebutuhan situs

Tergantung dengan CMS yang Anda gunakan untuk membuat konten, masing-masing CMS biasanya memiliki standar ukuran dimensi gambar tersendiri agar bisa terlihat maksimal ketika tampil di situs Anda. Masalahnya, ketika Anda mengunggah gambar dengan ukuran yang tidak sesuai standar maka CMS biasanya akan melakukan kompresi dengan menyesuaikan dimensi gambar sesuai dengan standar, namun tidak mengurangi ukuran MB gambarnya. Maka dari itu sebaiknya sebelum mengunggah gambar ke konten, ketahui dulu standar ukuran dimensi dari CMS yang Anda gunakan kemudian lakukan penyesuaian agar dimensinya pas dan ukuran MB-nya juga tidak besar.

4. Buat konten gambar yang original

Kebanyakan marketers menggunakan foto-foto dari vendor stock photo yang bisa diunduh bebas dengan ukuran yang bisa disesuaikan dengan situs dan yang jelas bebas copyright. Tapi untuk memberikan nilai yang lebih kepada audiens Anda bisa mengunggah gambar original milik sendiri misalnya infografis yang didapatkan dari data-data yang terkait dengan niche, atau foto-foto produk yang Anda jual yang dipotret secara profesional sehingga audiens bisa mendapatkan kesan yang nyata dan jujur dari situs Anda, tidak sekedar mengambil konten hasil karya orang lain.

5. Teks pendamping gambar

Google membutuhkan teks yang relevan untuk mengindeks halaman Anda dan menentukan relevansi gambar dengan konten tulisan yang ada di halaman tersebut. Ada tiga faktor yang mesti diperhatikan yaitu alt text di mana teks ini memiliki faktor yang sangat penting bagi Google untuk memahami isi dari gambar yang Anda unggah, kemudian judul yang menjadi faktor bagi Google untuk menempatkan gambar Anda di hasil halaman pencarian, dan caption di mana gambar sebaiknya ditempatkan di narasi yang relevan dengan gambar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel