Cara Menghindari Kesalahan Ketika Beriklan Di Google

Cara Menghindari Kesalahan Ketika Beriklan Di Google - Iklan yang Anda pasang di Google belum memberikan hasil yang sesuai dengan target? Jangan cemas, Anda bukan satu-satunya marketers yang belum bisa memahami secara penuh bagaimana layanan iklan di Google bekerja. Justru dengan melakukan kampanye iklan berkali-kali dan melakukan tes pada setiap iklan Anda bisa mendapatkan letak masalah yang menyebabkan iklan Anda tidak begitu bisa mendatangkan pemasukan. Ketika membuat copy writing untuk sebuah kampanye iklan, Anda dihadapkan pada area yang kosong yang harus diisi dengan kalimat-kalimat efektif dan efisien yang bisa membuat audiens iklan tertarik dengan apa yang Anda tawarkan. Bukan hal yang mudah, tapi setidaknya Anda bisa menghindari kesalahan-kesalahan berikut ketika membuat teks iklan di Google.



1. Menjejali teks dengan kata kunci

Google hanya menyediakan ruang yang sedikit bagi Anda untuk mendeskripsikan produk bisnis Anda untuk ditampilkan menjadi iklan. Tapi bukan berarti teks hanya berisi kata kunci dan kalimat-kalimat pendek dengan harapan Anda bisa memasukkan sebanyak-banyaknya informasi mengenai bisnis Anda dengan ruang yang sempit. Gunakan kata kunci sekedarnya kemudian rangkai menjadi kalimat yang enak untuk dibaca, dan menarik audiens untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai apa yang Anda tawarkan dengan mengklik iklan. Anda juga bisa membuat beberapa iklan dengan konten yang berbeda untuk melihat mana yang paling bisa mendatangkan hasil bagi bisnis Anda.

2. Tidak memanfaatkan ekstensi iklan

Google Ads menyediakan fitur yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat tampilan iklan jadi lebih lengkap dan informatif jika teks untuk copy writing dirasa masih kurang. Fitur tersebut adalah Sitelinks, Callout Extension, dan snippets yang terstruktur. Anda bisa menemukan pengaturannya di manajer iklan sebelum mengunggah iklan. Sitelinks adalah beberapa landing page yang bisa disertakan di iklan, letaknya ada di bagian bawah ad copy, lengkapi dengan teks yang tidak mengulangi iklan utama namun tetap memiliki integrasi dengan iklan. Kemudian Callout Extension yang panjangnya hanya 25 karakter untuk memberikan informasi tambahan mengenai fitur, fasilitas, nama model produk, dan sebagainya. Sedangkan snippets bisa dimanfaatkan untuk memberikan informasi mengenai macam model produk tanpa mengorbankan keterbatasan karakter ad copy.

3. Tidak menambahkan call to action

Terdengar simpel tapi CTA sebenarnya sangat penting untuk memberikan panggilan kepada audiens untuk melakukan sesuatu apakah itu untuk membeli produk sekarang, pesan tiket sekarang, belanja dan dapatkan diskon sekian persen, dan lain-lainnya. CTA juga penting untuk menguatkan konten landing page Anda yang fungsinya adalah untuk meningkatkan konversi dari traffic menjadi leads yang bisa mendatangkan pemasukan. Berikan CTA yang jelas, tidak perlu menggunakan kata-kata yang panjang dan bisa dipahami semua orang.

4. Tidak melakukan uji coba fitur-fitur iklan

Google punya banyak fitur iklan yang bisa Anda coba, tidak harus dicoba dalam satu kali kampanye iklan melainkan bisa dicoba dengan membuat berbagai macam iklan yang berbeda kemudian lihat mana yang paling bisa menghasilkan leads paling banyak. Tapi untuk melakukan uji coba iklan tentunya sebaiknya didukung dengan berbagai macam riset audiens yang dilakukan seperti misalnya apa yang paling dicari oleh audiens Anda misalnya dengan melakukan riset kata kunci yang sering diketikkan oleh target audiens Anda, mengisi kekosongan yang belum disentuh oleh kompetitor Anda, dan sebagainya. 

Iklan yang satu belum berhasil jangan dicontoh sama persis ketika membuat iklan selanjutnya, apalagi jika hanya ditambah budget untuk iklan. Anda bisa membuat iklan Google dengan biaya yang lebih terjangkau tapi efektif asalkan paham dengan keinginan audiens.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel