Data Statistik Untuk Membantu Strategi Content Marketing Yang Up-to-date

Data Statistik Untuk Membantu Strategi Content Marketing Yang Up-to-date - Di dunia online marketing, content marketing adalah salah satu bidang yang paling belakangan mulai dianggap serius sebagai proses yang strategis untuk melengkapi lubang-lubang pemasaran yang telah ada sebelumnya. Mengunggah konten ke halaman situs dilakukan hanya sekedar untuk mengisi situs dengan informasi yang berhubungan dengan niche usaha tapi sekarang konten tidak lagi sekedar tulisan yang dibaca kemudian selesai, namun dengan kekuatan dan strategi konten yang jitu, tulisan-tulisan tersebut bisa mendatangkan konversi yang menguntungkan bagi bisnis Anda. Data-data statistik yang diolah oleh berbagai macam ahli online marketing pun juga menunjukkan bahwa content marketing makin strategis saat ini. Bagaimana Anda bisa memanfaatkan data-data tersebut untuk kemajuan online marketing Anda?



1. Bagi yang belum mulai, mulailah sekarang

Ada banyak alasan mengapa content marketing adalah tren yang bisa membawa bisnis Anda makin berkembang sekarang, salah satunya adalah karena pada tahun 2018 70% dari content marketers bidang B2B mengatakan bahwa usaha mereka untuk mengoptimasi konten memberikan hasil yang lebih pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jadi jika Anda belum melakukannya sekarang maka resikonya Anda akan ketinggalan jauh dari kompetitor. Bagi yang ingin mencoba, biaya rata-rata untuk membuat konten infografis dan gambar bergerak adalah yang paling murah sedangkan paling mahal adalah konten video.

2. Konten video memberikan hasil yang paling memuaskan

Biaya produksi yang mahal sebanding dengan hasil yang diberikan. Data dari Cisco memperkirakan bahwa sekitar 80% traffic di seluruh dunia berasal dari video pada akhir tahun 2019 nanti. Format konten video yang bisa Anda buat ada banyak sekali idenya mulai dari membuat video profil, video tutorial atau demo produk, video untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan audiens, video liputan event, dan lain sebagainya. Dari konten-konten yang dibuat B2B marketers,  peningkatan sekitar 64% adalah konten video. Platform yang bisa Anda gunakan untuk mengunggah video pun macam-macam karena semua media sosial menyediakan layanan unggah video dengan berbagai macam durasi.

3. Manfaatkan media sosial untuk sharing

Bingung kenapa konten Anda tidak kunjung banyak dilihat audiens? Mungkin Anda belum membagikannya ke media sosial atau kurang pas timing-nya. Sebanyak 61% content marketing telah meningkatkan penggunaan media sosial untuk membagikan konten yang diunggah di platform lain agar mendapatkan lebih banyak audiens. Sedangkan berdasarkan Sprout Social, sebanyak 74% konsumen dipengaruhi oleh media sosial sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk. Meski demikian jangan lalu memborong semua media sosial untuk mempromosikan konten Anda tanpa strategi yang matang. Setiap media sosial punya karakter audiens dan perilakunya sendiri jadi pastikan Anda paham karakter-karakter tersebut sebelum membuat akun media sosial yang baru.

4. Dokumentasikan semua data dan strategi yang Anda buat

Sedihnya hanya sekitar 39% content marketers memiliki strategi konten yang didokumentasikan. Padahal strategi yang didokumentasikan sangat penting bagi Anda untuk mencatat apa saja yang ingin dipublikasikan tentu berdasarkan dengan data-data analisis dengan menggunakan berbagai macam tools yang bisa dipakai untuk membantu menentukan topik konten. Anda juga bisa memiliki dokumentasi catatan konten mana yang memiliki potensi besar untuk mendatangkan hasil yang maksimal, mana yang tidak terlalu strategis tapi masih cukup penting untuk target audiens yang lain, dan sebagainya. Meski sudah dicatat semuanya, bukan berarti harus kaku dan tidak menerima adanya perubahan. Siapa tahu di tengah jalan Anda menemukan potensi mitra dengan marketer yang lain untuk sama-sama membuat konten bagus yang tidak masuk ke dalam rencana sebelumnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel