Strategi Mencari Target Audiens Untuk Usaha B2B

Strategi Mencari Target Audiens Untuk Usaha B2B - Untuk Anda yang bergerak di bidang usaha B2B (business to business) mungkin pernah menghadapi kesulitan dalam menentukan target pasar atau bahkan sekarang sedang mengalaminya. Berbeda dengan model bisnis B2C yang bisa menjual barang langsung kepada konsumen, B2B memiliki kriteria konsumen yang lebih spesifik dan seringkali memiliki ketentuan yang lebih rumit dibandingkan dengan menjual barang langsung ke konsumen. Tapi jangan khawatir, bidang usaha B2B juga tidak akan kehabisan target pasar, Anda hanya harus mencoba mencarinya dengan trik targeting yang lebih jitu. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencari target pasar bisnis B2B.



1. Menarget kata kunci yang termasuk dalam proses riset konsumen

Untuk mendapatkan target konsumen yang relevan dengan usaha Anda, tentunya Anda sudah mengoptimasikan kata kunci-kata kunci yang memiliki tingkat pencarian yang tinggi dalam usaha meningkatkan brand awareness. Sekarang luaskan lagi ruang lingkupnya dengan menargetkan kata kunci yang biasanya menjadi proses dari konsumen untuk mencari solusi atas masalahnya. Misalnya jika bisnis Anda adalah internet provider maka target kata kunci bisa diperluas hingga “masalah internet putus sambung”, “transfer internet provider”, “IP dengan kecepatan di atas 60mbps”, dan kata kunci lain yang tidak tersentuh lainnya tapi masih jadi bagian dari target niche usaha Anda. Banyak dari pencari B2B yang membutuhkan solusi tapi tidak tahu harus ke mana, di sinilah Anda masuk dengan menargetkan kata kunci yang lebih luas tersebut.

2. Gunakan Audience Insights di LinkedIn

Pengguna LinkedIn memiliki demografi yang lebih spesifik yang sebagian besar diisi oleh kaum profesional sehingga Anda bisa menggunakan platform ini untuk mencari target B2B. Fitur yang bisa digunakan untuk memahami audiens lebih baik adalah Audience Insights, Anda bisa lebih akurat dalam menentukan kategori audiens yang sesuai dengan kriteria konsumen yang diinginkan. Anda bisa menggunakan fitur ini untuk menganalisa secara spesifik audiens pengguna LinkedIn yang telah mengunjungi situs Anda. Kemudian jalankan strategi remarketing dan menjadikan audiens tersebut adalah target baru B2B.

3. Menarget audiens kompetitor menggunakan Twitter

Anda bisa memanfaatkan layanan Twitter Ads untuk menargetkan iklan di feed dari followers milik akun kompetitor Anda. Twitter bahkan mengizinkan Anda untuk menargetkan iklan di akun follower hingga 30 akun kompetitor yang bisa Anda pilih di bagian “Follower look-alikes”. Ketika memilih akun kompetitor pastikan akun yang Anda pilih memiliki jumlah followers lebih dari 1.000 orang dan aktif serta memiliki engagement yang baik dengan akun kompetitor tersebut. Strategi targetting ini juga bisa dengan mudah dipantau performanya jadi jangan ragu untuk segera menonaktifkan campaign yang tidak menunjukkan hasil positif agar Anda tidak buang banyak uang untuk bayar iklan.

4. Menarget audiens yang lebih spesifik di Facebook

Meski sempat dihilangkan karena kasus kebocoran data yang dialami oleh Facebook, fitur iklan yang bisa menarget orang-orang dengan spesifikasi yang lebih khusus kini diadakan kembali dan ditingkatkan kualitas performanya. Anda bisa membuat iklan di Facebook dengan target para admin dari fan page, para manajer perusahaan, berdasarkan nama-nama pekerjaan, pendidikan, dan juga bidang yang dipelajari atau diteliti. Dengan demikian Anda bisa dengan lebih mudah mencari target audiens yang masuk ke kategori kriteria yang diinginkan terutama untuk di kalangan profesional dan bisnis. Ada sekitar 2,27 milyar pengguna Facebook aktif saat ini tentunya Anda bisa menemukan target audiens yang bisa jadi leads untuk bisnis B2B Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel