Tidak Selamanya Untung, Kenali Secara Dini Resiko Bisnis Saham

Tidak Selamanya Untung, Kenali Secara Dini Resiko Bisnis Saham

Setiap media investasi apapun jenisnya tentu menghadirkan potensi keuntungan maupun kerugian. Persentase untung dan rugi tersebut tentu saja bergantung pada besarnya skala investasi yang Anda lakukan. Saham merupakan salah satu media investasi yang tidak luput dari resiko kerugian selain keuntungan. Di bawah ini adalah resiko bisnis saham yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan investasi.




4 Resiko bisnis saham yang wajib diketahui

1.   Mengalami capital loss


Potensi kerugian pertama yang akan Anda alami sebagai investor adalah capital loss. Resiko bisnis saham ini ialah kebalikan dari capital gain. Artinya, terjadi selisih berupa penurunan saham saat Anda membeli maupun menjualnya. Misal: Anda membeli saham B dengan harga Rp 12.000. Kemudian, ketika Anda hendak menjualnya harga saham B mengalami penurunan menjadi Rp 11.500. Akhirnya, dikarenakan khawatir harga saham B terus turun Anda tetap menjualnya di harga Rp 11.500. Ini artinya Anda akan mengalami kerugian dengan nominal sebesar Rp 500 per lembarnya.

2.   Tidak mendapatkan deviden


Jika diibaratkan berbisnis saham ini layaknya roda yang berputar. Jadi, ada saat dimana Anda akan memperoleh deviden. Tetapi, jangan lupa juga akan ada waktu dimana deviden tidak diberikan sama sekali oleh pihak perusahaan. Kondisi seperti ini biasanya diambil saat pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tertentu. Seumpama deviden tidak dibagikan, maka Anda tidak akan berhak atas keuntungan perusahaan. Tidak dilakukannya pembagian deviden biasanya digunakan untuk menambah modal dan aset perusahaan.

3.   Resiko bisnis saham berupa Likuidasi


Salah satu resiko paling menakutkan bagi para investor saham adalah likuidasi. Kondisi ini terjadi lantaran perusahaan tempat Anda menginvestasikan saham ternyata dinyatakan bangkrut. Klaim status ini biasanya dilakukan oleh pihak berwenang yaitu pengadilan. Setelah dinyatakan bangkrut, maka kemungkinan terbesarnya adalah perusahaan tersebut akan dibubarkan. Bila perusahaan tersebut bubar, maka potensi kembalinya modal yang digunakan untuk investasi saham sangat kecil.

Hal ini dikarenakan hak klaim Anda sebagai investor akan mendapat prioritas terakhir ketika perusahaan dilikuidasi. Jika setelah penjualan seluruh kekayaan perusahaan tersebut masih ada sisa, maka jumlahnya akan dibagikan secara proporsional. Namun, bila penjualan seluruh kekayaan perusahaan tersebut tak bersisa, itu artinya Anda tidak akan mendapatkan apapun dari hasil likuidasi.

4.   Saham di delist dari bursa


Resiko lain yang akan dihadapi Anda dan para investor lainnya adalah saham di delist dari bursa. Dalam konteks ini, delist dapat diartikan sebagai dikeluarkannya saham dari bursa. Kondisi ini dapat terjadi karena kinerja perusahaan dianggap buruk. Contohnya, saham tidak pernah diperdagangkan dalam kurun waktu tertentu, tidak membagikan deviden secara berturut-turut dan mengalami kerugian beberapa tahun.
Sebelum memutuskan untuk investasi saham, Anda tentu harus mengetahui keuntungan serta kerugiannya. Pengetahuan kedua hal tersebut menjadi penting karena selama ini informasi yang dihadirkan kepada Anda hanyalah soal keuntungan berbisnis saham. Oleh karena itu, Anda jangan sampai lelah untuk mengedukasi diri sendiri dan orang lain mengenai resiko bisnis saham.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel